Mohamad Zulfikri
Kisah seekor anak kucing yang kecil. 

Seekor anak kucing yang kecil
mungil sedang berjalan-jalan di
ladang pemiliknya. Ketika dia
mendekati kandang kuda, dia
mendengar binatang besar itu
memanggilnya. Kata kuda itu :
“Kamu pasti masih baru di sini, cepat
atau lambat kamu akan mengetahui
kalau pemilik ladang ini mencintai
saya lebih dari binatang lainnya
kerana saya mampu mengangkut
banyak barang untuknya. Saya kira
binatang sekecil kamu tidak akan
bernilai sama sekali baginya”,
ujarnya dengan sinis & bongkak.

Anak kucing yang kecil itu
menundukkan kepalanya & pergi.
Lalu dia mendengar seekor lembu di
kandang sebelah berkata : “Saya

adalah binatang yang paling
terhormat di sini sebab tuan di sini
membuat keju & mentega dari susu
saya. Kamu tentu tidak berguna bagi
keluarga di sini”, dengan nada
mencemuh & bangga.

Teriak seekor keldai : “Hoi lembu!
Kedudukanmu tidak lebih tinggi dari
saya. Saya memberi mantel bulu
kepada pemilik ladang ini. Saya
memberi kehangatan kepada
seluruh keluarga. Tapi kata-katamu
mengenai anak kucing kecil itu,
sememangnya kamu memang
benar. Dia sama sekali tidak ada
manfaatnya di sini.”

Satu demi satu binatang di situ ikut
serta dalam percakapan itu sambil
menceritakan betapa tingginya
kedudukan & peranan mereka di
ladang itu. Ayam pun berkata
bagaimana dia telah memberikan
telur. Semua binatang sepakat kalau
si anak kucing yang kecil itu adalah
mahluk yang tidak berguna sama
sekali & tidak mampu memberikan
apapun sumbangan kepada
keluarga itu.

Terpukul oleh kecaman binatang-
binatang lain, anak kucing yang
kecil itu pergi ke tempat sepi & mulai
menangis meratapi nasibnya. Sedih
rasanya. Sudahlah yatim piatu,
dianggap tidak berguna, disingkirkan
dari pergaulan lagi..

Ada seekor anjing tua di situ
mendengar tangisan tersebut, lalu
mendengar keluh kesah si anak
kucing yang kecil mungil itu.
“Saya tidak dapat memberikan
layanan kepada keluarga disini &
sayalah haiwan yang paling tidak
berguna disini.”
Kata anjing tua itu : “Memang benar
bahawa kamu terlalu kecil untuk
menarik pedati, kamu tidak bisa
memberikan telur, susu ataupun
bulu. Tetapi bodoh sekali jika kamu
menangisi sesuatu yang tidak bisa
kamu lakukan. Kamu harus
menggunakan kemampuan yang
diberikan oleh Sang Pencipta untuk
membawa kegembiraan &
kebahagiaan. ”

Malam itu ketika pemilik ladang
baru pulang & tampak amat lelah
kerana perjalanan jauh di panas
terik matahari. Anak kucing yang
kecil itu lari menghampirinya,
menjilat kakinya & melompat ke
dalam pelukan tuannya. Sambil
menjatuhkan diri ke tanah, pemilik
ladang & anak kcuing yang kecil itu
berguling-guling di rumput disertai
tawa ria. Akhirnya pemilik ladang
itu memeluk dia erat-erat &
mengusap-usap kepalanya, serta
berkata : “Meskipun saya pulang
dalam keadaan letih, tapi rasanya
semua jadi sinar & indah bila kau
menyambutku semesra ini. Kamu
sungguh yang paling berharga di
antara semua binatang di ladang ini,
kecil-kecil kamu telah mengerti
ertinya kasih..”

Jangan sedih kerana kamu tidak
dapat melakukan sesuatu seperti
orang lain kerana memang tidak
memiliki kemampuan untuk itu,
tetapi apa yang kamu dapat lakukan,
lakukanlah itu dengan sebaik-
baiknya..
Dan jangan sombong jika kamu
merasa banyak melakukan
beberapa hal pada orang lain,
kerana orang yang tinggi hati akan
direndahkan & orang yang rendah
hati akan ditinggikan.

"Everyone thinks of
changing the world but no
one thinks of changing
himself.."
(Leo Tolstoy)

Nabi Muhammad s.a.w
bersabda,
“Bertaqwalah kepada
Allah dimana jua engkau
berada & balaslah
perbuatan buruk dengan
perbuatan baik nescaya
kebaikan itu akan
menutupi keburukan &
bergaullah sesama
manusia dengan akhlak
yang baik..”
(Hadis Riwayat At-
Tirmidzi)
Labels: edit post
0 Responses

Catat Ulasan